DATA DESA PUCUNG
DESA PUCUNG TERDIRI DARI 7 DUSUN:
1. DUSUN KRAJAN SATU.
2. DUSUN KRAJAN DUA
3. DUSUN KRAJAN TIGA
4. DUSUN KRAJAN EMPAT
5. DUSUN BUNGKEL
6. DUSUN GUNUNGTENGIS
7. DUSUN KARANGJATI
DUSUN KRAJAN SATU
1. RT 01 NAMA : RIYANTO.
2. RT 02 NAMA : SAPUAN. RW 01. NAMA : SURURI
3. RT 03 NAMA : MUDIONO
4. RT 04 NAMA : SUHADAK
5. RT 05 NAMA : SUMARDI.
6. RT 06 NAMA : MARJONO
DUSUN KRAJAN DUA
1. RT 01 NAMA : AHMAD SAWAN(SAPUAN)
2. RT 02 NAMA : ASNAWI.
3. RT 03 NAMA : KASNO. RW 02. NAMA : ASNGADI.
4. RT 04 NAMA : NAHROWI.
5. RT 05 NAMA : SUMARDI.
6. RT 06 NAMA : SUKARMAN.
DUSUN KRAJAN TIGA
1. RT 01 NAMA : M.TOHIR.
2. RT 02 NAMA : KURMENI.
3. RT 03 NAMA : S.FAUZI. RW 03. NAMA : KURDIONO
4. RT 04 NAMA : TASLIMIN.
5. RT 05 NAMA : KABUL PRAYITNO.
6. RT 06 NAMA : SUPARMO.
DUSUN KRAJAN EMPAT
1. RT 01 NAMA : SUWARNO
2. RT 02 NAMA : LUGITO RW 04 .NAMA : MUH.FAUZAN
3. RT 03 NAMA : AMINUDIN
4. RT 04 NAMA : ZAENI.
DUSUN BUNGKEL
1. RT 01 NAMA : SUWARJI
2. RT 02 NAMA : MUDIONO
3. RT 03 NAMA : SURIPTO RW 05. NAMA :TASLIM.
4. RT 04 NAMA : RUSITO
DUSUN GUNUNGTENGIS.
1. RT 01 NAMA : SODAKOH
2. RT 02 NAMA : AMIRUDIN RW 06. NAMA :H.MASKURI
3. RT 03 NAMA : TARIMAN
DUSUN KARANGJATI
1. RT 01 NAMA : NURUDIN
2. RT 02 NAMA : KASMUDI RW 07. NAMA :MUSTAKIM.
3. RT 03 NAMA :KURMENI
4. RT 04 NAMA : MUHROJI
JUMLAH RT & RW KESELURUHAN
**JUMLAH TOTAL RT : 33 ORANG
**JUMLAH TOTAL RW : 07 ORANG.
Sabtu, 2009 Juli 11
NAMA-NAMA RT, RW DAN DUSUN DI DESA PUCUNG
Diposkan oleh
musyadad
di
21:25
0
komentar
Rabu, 2009 April 08
Pucung Maju Panen Raya Rosela Akhir April 2009
Akhir bulan ini, anggota Pucung Maju bergembira. Setelah ditunggu-tunggu, akhirnya mulai penen bunga teh merah rosella. Saat ini hampir seluruh penduduk menanam rosela ini. Walaupun harganya masih tidak stabil, namun mereka tetap optimis. Tanaman baru ini dapat mengubah pola pikir warga penduduk yang selama ini tidak bisa keluar dari pertanian konvensional, padi, jagung, kacang dan kedelai. Semoga, panen raya ini juga dapat dirasakan panen rejeki bagi warganya.
Diposkan oleh
musyadad
di
23:29
0
komentar
Surat Dari Mbak Ratna, Caleg DPR RI Hanura
Salam kenal
saya tertarik dengan profil koperasi pucung maju, sebagai tanda adanya inisiatif menggalang keinginan sebagian warga untuk meningkatkan kualitas hidupnya khususnya dalam menghadapi segala keterbatasan di lingkungan tempat tinggal njenengan. Perhatian saya memang untuk keluarga petani agar mereka bisa meningkatkan kualitas hidup keluarganya menjadi petani mandiri, petani pengusaha.
Sayang sekali saya memang belum sempat mampir ke semua tempat walaupun saya sudah menetap di semarang beberapa bulan ini. Sore nanti saya mau sowan ngobrol ketempat bu darojah. Siapa tahu kita bisa bertemu ya.
Ir MA Ratna Ariani MBA
Caleg DPR RI Hanura (1) no urut 3 untuk dapil Jateng I: kota semarang, salatiga, kab semarang, kendal
www.ratnaariani.com
www.ratnaariani.wordpress.com
Diposkan oleh
musyadad
di
23:17
0
komentar
Kamis, 2009 April 02
Kunjungan Balai Pengkajian dan Penerapan Teknologi ke Pucung Maju
1 April 2009, Pucung Maju kedatangan tamu kembali. Kali ini datang dari Balai Pengkajian dan Penerapan Teknologi Malang Jawa Timur dan Ungaran Jawa Tengah. 4 tamu yang datang itu secara khusus membicarakan tanaman rosela sebagai komoditi pertanian baru yang sudah dikembangkan lebih dari setahun. Dalam kesempatan itu, tamu dari BPPT menyempatkan diri berkunjung ke kebun-kebun anggota dan mengambil beberapa sample. Mereka juga mendokumentasikan dengan menggunakan foto digital.
Walaupun belum ada bentuk kerjasama yang konkrit, namun kunjungan ini cukup menggembirakan. Karena selama ini, Pucung Maju adalah kelompok tani dan sekaligus koperasi rakyat di desa terpencil. Sebelum munculnya kelompok Pucung Maju, desa ini tidak pernah dikunjungi oleh tamu-tamu dari luar daerah. Namun, setelah sekian lama eskis, sudah banyak kunjungan baik dari pemerintah, mahasiswa UNDIP Semarang, maupun dari para bebisnis yang tertarik dengan berbagai macam komoditi yang sekarang dikembangkan. Semoga, kedepan Pucung Maju bisa meningkatkan kesejahteraan warga desa ini. Dan yang paling penting, pengalaman Pucung Maju ini bisa menjadi inspirasi warga desa lain. Bahwa, desa terbelakang dan terpencilpun bisa membawa perubahan dan kontribusi terhadap pembangunan masyarakatnya.
Diposkan oleh
musyadad
di
00:31
0
komentar
Kamis, 2009 Februari 12
PUCUNG MAJU DIKUNJUNGI TURIS
Setelah setahun lebih, keberadaan Pucung Maju mulai dilirik banyak orang. Tidak hanya dikunjungi oleh tetangga-tetangga desa, mereka juga dikunjungi oleh turis manca negara. Malaysia, Qatar, Australia, Singapura, Norwagia, Hong Kong, Inggris, Pantai Gading, Korea, Nigeria, German, Perancis, United Arab Emirates, Albania, Belgia, Taiwan, dan China. Bahkan Pakistan yang sempat diincar oleh Amerika, mereka justru sama-sama berkunjung ke Pucung Maju.
Kalau kunjungan dari dalam negeri, hampir seluruh kota di nusantara pernah mampir ke Pucung Maju. Total sampai dengan satu hari menjelang hari valentine 2009 ini ada 2486 pengunjung. Mereka tidak sekedar berkunjung, mereka juga meninggalkan pesan dan jejak tulisan dalam kotak pesan. Beragam komentar, pertanyaan, dan juga kritikan tertulis disana. Terima kasih atas kunjungannya.
Blog Pucung Maju ini memang didekasikan untuk mengkampanyekan Desa Pucung yang terselempit di lipatan peta dunia, sehingga dengan blog diharapkan dunia lebih mengenal lagi desa Pucung, dan harapan praktisnya kesejahteraan warga desa semakin baik.
Pucung Maju pernah ditulis oleh ICRP dalam majalahnya Majemuk. ICRP adalah lembaga sosial yang digawangi oleh Musdah Mulia, tokoh pejuang hak-hak- perempuan. Dan kita sudah dikirimi majalahnya. Terimakasih ICRP. Kemudian, Langit Perempuan, juga pernah mengkopi berita-berita kita yang diedit ulang menjadi tulisan yang sangat menarik. Terima kasih Langit Perempuan. Tidak ketinggalan adalah PUNDEN, lembaga sosial yang peduli pada kelompok pedesaan. Merekalah yang pertama kalinya memuat dan mendorong kita untuk menjadi kelompok yang maju seperti sekarang ini.
Tidak ketinggalan, Humas Kabupaten Semarang, yang kenal pertama kali melalui email dan meminta berita yang kami buat untuk dipajang di situs resminya Kabupaten Semarang.
Semoga semakin maju. Dan terimakasih atas kunjungan para tamu sekalian.
Diposkan oleh
musyadad
di
19:38
1 komentar
Sabtu, 2009 Januari 17
Jamal Mirdad, Riky Johanes, Alvin Lie dan Siswono datang Ke Desa Pucung.
Dalam sebuah acara di televisi, Alvin Lie dan Siswono, politikus dari Golkar dan PAN berdebat saling berargumen. Bahwa penting kiranya untuk membuat Desa Pucung sebagai desa percontohan tahun 2009 ini. Karena selain desa ini terpencil dan tidak pernah diperhatikan, masyarakatnya maju tanpa ada yang berpendidikan tinggi. Adanya koperasi perempuan yang tidak dibuat oleh pemerintah, menandakan mereka rakyat desa yang sadar betul arti kemandirian. Kunjungan Alvin Lie dan Siswono , mantan Ketua HKTI, ini akan dibarengi oleh Jalal Mirdad dan juga Riky Johanes untuk menghibur warga desa.
----hehehehe berita ini booongan aja...sekedar mengingatkan para calon legislatif bahwa ada Desa Pucung dalam peta Indonesia ini. Jamal Mirdad, Riky Johanes, Alvin Lie, dan Siswono adalah sedikit dari sekian nama yang memperebutkan suaranya di Desa Pucung, yang massuk dalam Dapil I Jawa Tengah yang meliputi: Kabupaten Kendal (20 Kecamatan), Kota Salatiga (4 Kecamatan), Kota Semarang (16 Kecamatan) dan Kabupaten Semarang (19 kecamatan). Untuk daftar caleg di Dapil ini, selengkapnya silahkan kunjungi: http://www.caleg-pemilu2009.info/
Diposkan oleh
musyadad
di
06:32
1 komentar
Jumat, 2009 Januari 09
5 Anggota Pucung Maju Berharap Pada Rumput Gajah
Setelah sekian lama resah tentang proyek PLA dari DEPTAN, akhirnya 5 dari anggota Kelompok Wanita Tani Pucung Maju mengundang pelaksana proyek pembukaan lahan kritis di Mbang Sewu, kawasan gundul di sebelah barat desa. Dalam pertemuan yang dilakukan di rumah M Rudjianto tersebut, dihadiri 7 orang termasuk Rofik yang menjadi pelaksana proyek.
Pertemuan tersebut sengaja dirancang untuk mencari duduk perkara dari persoalan tersebut. Menurut Rofik, proyek itu adalah proyek yang didapat dari PLA DEPTAN berupa pembukaan lahan yang dianggap kritis dengan menanami rumput gajah yang kelak bisa dimanfaatkan oleh pemilik lahan itu sendiri. Namun, secara pribadi dia meminta maaf karena tidak membicarakan sejak awal dengan kelompok tani dengan alasan waktunya yang mepet. Hal ini tentu saja mengecewakan warga, karena Rofik sendiri tidak memiliki lahan di kawasan Mbang Sewu tersebut. Menurut warga, tindakan Rofik ini tidak patut dicontoh karena dia sebagai aparat pemerintah desa justru "bermain" sendiri untuk mencari keuntungan pribadi.
Dalam pertemuan tersebut, akhirnya disepakati untuk selalu melibatkan warga luas jika ada proyek/kegiatan ataupun persoalan lain yang berhubungan dengan warga desa umumnya.
Semoga, pertemuan itu menjadi pelajaran berharga, bahwa orang desa juga tahu tentang demokrasi, keadilan sosial, dan cara-cara memperjuangkannya. Jangan remehkan orang desa. Mungkin ini dulu khabar dari Pucung Maju.
NB: pembukaan lahan yang sekarang ditanami rumput gajah itu, diharapkan tahun depan benar-benar bisa memberi manfaat dengan peternakan sapi. Selain itu sebagian warga sudah menanami pohon sengon dan jati di sela-selanya.
Diposkan oleh
musyadad
di
16:41
0
komentar
Selasa, 2009 Januari 06
SARJANA MEMBANGUN DESA 2009
INFORMASI DIDAPAT DARI DINAS PETERNAKAN JAWA BARAT, SAYANG YANG JAWA TENGAH BELUM ADA. BERITA INI UNTUK MEMPERLUAS SAJA. BAGI SARJANA PETERNAKAN SEMOGA ADA YANG MEMBUTUHKAN DAN MEMANFAATKAN. KELOMPOK WANITA TANI PUCUNG MAJU SIAP MENJADI KELOMPOK SASARANNYA.
Untuk mengejar program P2SDS 2010 Departemen Pertanian Ditjen Peternakan melakukan kegiatan Sarjana Membangun Desa (SMD). Adapun persiapan Program tersebut di tahun 2009 direncanakan memerlukan 600 Sarjana Membangun Desa di seluruh Provinsi di Indonesia.
Sarjana Membangun Desa adalah Seorang sarjana yang mendampingi kelompok peternak di desa dan sarjana bertindak sebagai anggota serta membantu ketua kelompok dalam menjalankan kegiatan beternak. Tugas sarjana ini antara lain untuk memajukan peternak dan kelompok dalam menghadapi berbagai kendala guna membangun kelompok Agribisnis Peternakan yang lebih maju dan berwawasan lebih luas yang diharapkan pada akhirnya dapat mengakses permodalan dari sumber dana perbankan dalam mengembangkan kelompok Peternak tersebut.
Kegiatan SMD tahun 2009 meliputi beberapa komoditi ternak serta jumlah SMD yang dibutuhkan sebagai berikut :
1. Komoditi Kelompok Ternak Sapi Potong sebanyak 220 SMD.
2. Komoditi Kelompok Ternak Sapi Perah sebanyak 15 SMD.
3. Komoditi Kelompok Ternak Unggas Lokal sebanyak 120 SMD.
4. Komoditi Kelompok Ternak Domba-Kambing sebanyak 230 SMD.
5. Komoditi Kelompok Ternak Kelinci sebanyak 15 SMD.
Persyaratan Umum untuk menjadi Sarjana Membangun Desa tahun 2009 tersebut meliputi :
1. Sarjana Peternakan yang mau membuat kontrak 3 – 5 tahun untuk mendampingi kelompok di lapangan dengan syarat berdomisili disekitar kelompok binaan di desa tersebut.
2. Sarjana Peternakan/Sarjana yang bergerak dan sudah berusaha dan berbudidaya di bidang Peternakan di kelompok pada Pedesaan yang potensial untuk dikembangkan.
3. Seorang SMD yang mempunyai Jiwa Enterpreneurship dan Leadeship
4. Diutamakan berasal dari desa/daerah kelompok tersebut berdomisili
5. Diutamakan sudah memiliki kelompok binaan
6. Bersedia mengikuti pelatihan
7. Bersedia tinggal di desa kelompok binaan berada
8. Menyukai tantangan dan memiliki motivasi tinggi sebagai peternak
9. Memiliki pengalaman berorganisasi
10. Diutamakan berpengalamam sebagai pendamping peternak,
mempunyai pengalaman penelitian/Pratek Kerja Lapang atau usaha dalam bidang peternakan.
Syarat Sarjana Pendamping untuk menjadi Sarjana Membangun Desa tahun 2009 tersebut meliputi :
1. Sarjana menyampaikan lamaran (surat lamaran, pas foto, biodata, ijazah dan transkrip) ditujukan kepada Dekan Fakultas Peternakan perguruan tinggi setempat..
2. Membuat Rencana Pengembangan Usaha Ternak untuk salah satu komoditi yang diminati (Sapi Potong, Sapi Perah, Domba-Kambing, Unggas lokal & Kelinci).
3. Bersedia melakukan kontrak selama 3 – 5 tahun.
Hak Sarjana Pendamping Sarjana Membangun Desa tahun 2009 tersebut meliputi :
1. Mendapatkan Honor perbulan selama 1 tahun
2. Akan mendapatkan ternak
3. Akan menjadi anggota kelompok
Waktu pendaftaran :
Penyerahan Surat Lamaran paling lambat tgl. Maret 2009
Tahapan Rekruitmen :
1. Tahap I, Seleksi Dokumen (melalui Perguruan Tinggi)
2. Pengumuman Hasil Seleksi Tahap I
3. Tahap II, Seleksi Tertulis (Team Perguruan Tinggi, Ditjen
Peternakan dan Dinas Peternakan Provinsi).
4. Pengumuman Hasil Seleksi Tahap II
5. Tahap III, Seleksi Wawancara (Team Perguruan Tinggi, Ditjen
Peternakan dan Dinas Peternakan Provinsi).
6. Pengumuman Hasil Seleksi Tahap III.
7. Tahap IV, Seleksi Penijauan Lokasi Kelompok Binaan Calon Sarjana Membangun Desa yang diusulkan.
8. Pengumuman Hasil Seleksi Tahap IV
9. Pembekalan Sarjana Membangun Desa (Workshop & Pelatihan).
Penyerahan Lamaran melalui :
PERGURUAN TINGGI SETEMPAT (Untuk Jawa Barat Fakultas Peternakan UNPAD & IPB)
Diposkan oleh
musyadad
di
06:46
1 komentar
Selasa, 2008 Desember 02
PROYEK MASUK DESA : BAHAYA BARU
Di desa kami Pucung, Kecamatan Bancak, Kabupaten Semarang, ada persoalan yang miris. Ada lahan 40 ha yang itu merupakan lahan kepemilikan dari puluhan orang. Namun, lahan itu tanah kering dan tandus, sehingga oleh pemerintah dijadikan lahan konservasi dengan penanaman jati sejak tahun 2005 yang nantinya akan dipanen warganya. Namun, saat ini justru menjadi proyek yang konon didanai oleh PLA DEPTAN. dengan menggunakan partner lokal (warga desa sendiri). Mereka akan membangun proyek penanaman rumput gajah, untuk dijadikan sebagai pakan ternak.
Yang jadi persoalan, lahan tersebut tidak disewa dan pemilik lahan tidak diberi kompensasi. Partner lokal ini hanya mengatakan bahwa mau menanam rumput gajah dengan iming-iming lahannya mau dibajak dan dipupuk, dan masyarakat boleh menanam apa saja. Tetapi partner lokal ini tidak menjelaskan kalo lahan ternyata "digalengi" dengan rapat, sehingga pemilik lahan sudah tidak mungkin lagi bisa menamam, karena pasti akan kalah dengan rumput gajah. Hal ini meresahkan warga tentunya.
Sayangnya, aparat desanya juga cuek saja. Proyek ini konon menelan anggaran 400juta. Dan dapat dipastikan pemilik lahannya tidak akan mendapat apa-apa kelak. Tetapi ini belum menjadi kesadaran warga desa, karena mereka justru dibuai dengan dijadikan tenaga kerja. Mohon Dinas terkait memonitor kasus-kasus seperti ini, agar investor yang masuk ke pelosok seperti desa kami tidak senaknya saja membuat proyek yang merugikan masyarakat.
Diposkan oleh
musyadad
di
17:11
0
komentar
Jumat, 2008 November 21
PUCUNG MAJU: USAHA PEREMPUAN MEMBANGUN DESA
Desa Pucung adalah sebuah desa yang terpencil di Jawa Tengah. Lokasinya berbatasan langsung dengan tiga kecamatan yang berbeda, Kecamatan Bancak, Kecamatan Suruh, dan Kecamatan Pabelan. Namun, secara ekonomi desa Pucung ini justru bergantung kepada Kodya Salatiga, bukan ibukota kabupatennya yakni Ungaran.
Terpencilnya desa ini membuat perkembangan desa tidak seperti desa-desa lain. Selain karena jalannya buruk, aspalnya sudah rusak total, lokasinya juga jauh dari fasilitas publik seperti pasar, rumah sakit, dan sekolah-sekolah. Geografi desa yang pegunungan membuat pertanian hanya mengandalkan pengairan dari tadah hujan. “Pucung itu desa yang terpencil, warganya petani semua” tutur Darodjah yang seorang Kepala Taman Kanak-Kanak. Namun, demikian situasi ini tidak menyurutkan usaha warga untuk terus membangun desanya. Dari keterbatasan tersebut, justru membuat warga desanya menjadi warga yang pekerja keras.
Hal ini ditunjukan oleh sejumlah ibu-ibu pedesaan itu. Mereka sudah membuat sebuah koperasi yang bernama Koperasi Perempuan Pucung Maju yang sudah berjalan hampir setahun ini. “Awalnya koperasi ini disosialisasikan di pengajian rutin ibu-ibu Muslimat. Kemudian setelah pengajian, saya coba koordinasikan dengan ibu-ibu lain tentang rencana pendirian koperasi itu. Akhirnya ada 22 orang sepakat mendirikan koperasi Pucung Maju”, jelas Darodjah. Saat ini mereka berjumlah 35 orang yang secara rutin bertransaksi setiap hari senin malam di rumah ketuanya, Darodjah. Dalam rapat anggota tahun kedua yang dibarengi dengan pembagian sisa hasil usaha, koperasi ini telah mampu menghasilkan keuntungan bersih sebesar 2,5 juta yang dibagikan kepada semua anggota sesuai dengan besar kecilnya transaksi para anggota masing-masing.
Selain itu, untuk menjawab persoalan pertanian khususnya pupuk, mereka juga mengorganisasikan diri dalam Kelompok Wanita Tani Pucung Maju. Semua anggota koperasi menjadi anggota kelompok tani ini, tetapi diluar koperasi juga bisa menjadi anggota. Sehingga sekarang total anggotanya sebanyak 80an orang. Usaha mereka tidak sia-sia, yang sebelumnya tidak pernah mendapat pembagian pupuk bersubsidi, bulan oktober lalu mereka mendapat jatah pupuk bersubsidi sebanyak 2 ton. Walaupun jumlah pupuk 2 ton ini belum mencukupi kebutuhan para anggotanya, mereka telah memberi manfaat kepada anggota yang semuanya berprofesi sebagai petani yang selama ini tidak bisa mendapatkan pupuk bersubsidi. Pertemuan kelompok wanita tani ini dilakukan sebulan sekali dengan mengundang nara sumber dari luar seperti Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) untuk memberikan materi tentang persoalan-persoalan pertanian.
Keberadaan ibu-ibu pedesaan ini memang baru memberi kontribusi kepada anggota dan sekelilingnya saja. Namun, jika diperbandingkan dengan dulu sebelum adanya Koperasi Perempuan dan Kelompok Wanita Tani Pucung Maju, rasanya sangat berbeda. Kalau dulu, warga desa kesusahan untuk mendapat uang secara cepat, saat ini mereka sudah punya modal lebih dari 6 juta di koperasinya yang diputar dalam simpan pinjam untuk anggota. Sehingga, kebutuhan mereka akan uang untuk modal maupun untuk kebutuhan mendadak, tidak lagi menjadi masalah yang dulu sering mereka hadapi.
Selain itu, keberadaan kelompok tani juga menjadi angin segar bagi anggota untuk terus bisa mendapat pupuk bersubsidi dan pembinaan pertanian oleh pemerintah kecamatan. Dengan adanya kelompok tani ini, kader-kadernya diundang untuk berkunjung ke Temanggung belajar tentang pertanian ramah lingkungan.
Kerukunan antar tetanggapun sekarang semakin erat saja. Karena, dalam setiap pertemuan koperasi maupun kelompok tani, mereka sering membicarakan perkembangan persoalan anggota maupun desa. Misalnya, adanya tetangga yang sakit lumpuh yang bernama Zamzuri, akhirnya dikabarkan ke berbagai pihak untuk mendapat perhatian dari pemerintah dan organisasi sosial. Akhirnya bulan November kemarin tim dari Dewan Kesehatan Rakyat turun dan membawakan mobil angkutan untuk diberi pelayanan Jamkesmas (Jaminan Kesehatan Masyarakat). Namun, sayangnya pihak yang sakit belum siap karena khawatir tidak bisa memenuhi kebutuhan harian jika menunggui pasien di rumah sakit kelak. Usaha ibu-ibu ini semakin menguatkan bahwa persoalan apapun kalau dibicarakan secara bersama dalam sebuah organisasi semakin ringan untuk diselesaikan. Semoga perjuangan ini tidak sia-sia. Semoga Desa Pucung yang berada di Kecamatan Bancak dan Kabupaten Semarang Jawa tengah ini benar-benar sesuai namanya, Pucung Maju.
Diposkan oleh
musyadad
di
15:34
0
komentar
Selasa, 2008 November 11
36 Unit koperasi mati suri
Salatiga (Espos) Sebanyak 36 dari 161 koperasi yang masuk dalam pembinaan Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Kota Salatiga saat ini tak lagi mampu beroperasi alias mati suri.
Sementara itu kesadaran koperasi dalam mengembalikan guliran dana pinjaman dan pinjaman lunak perlu ditingkatkan.
Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kota Salatiga, Drs Petrus Resi MSi, mengatakan koperasi yang mati suri tersebut disebabkan beberapa faktor, utamanya adalah tidak aktifnya pengurus menjalankan roda usaha. Penyebab lainnya adalah bubarnya instansi/perusahaan yang menaungi koperasi tersebut.
“Sebagian besar penyebabnya adalah faktor internal kemudian ditambah faktor eksternal seperti kondisi eknomi secara makro,” ujarnya saat ditemui Espos di ruang kerjanya, Selasa (4/11).
Terhadap 36 koperasi yang mati suri itu, jelas Petrus, pihaknya akan berupaya semaksimal mungkin melakukan penyelamatan agar tidak bubar. Dalam waktu dekat pengurus 35 koperasi tersebut akan dikumpulkan dan menganalisa kondisi masing-masing koperasi.
“Akan kami lakukan kajian khusus sejauh mana prospek koperasi tersebut ke depan. Bagi koperasi yang bernaung dalam instansi/perusahaan yang sudah bubar tentunya sudah tidak bisa kita selamatkan lagi,” paparnya.
Sejak awal tahun hingga akhir Oktober kemarin, Dinkop UKM sudah menyalurkan dana bantuan berupa pinjaman bergulir dan pinjaman lunak senilai kurang lebih Rp 900 juta kepada seluruh koperasi binaan. Sementara hingga akhir Desember tahun ini Dinkop UKM masih akan menggulirkan dana bantuan pinjaman kepada koperasi yang dianggap layak mendapat guliran pinjaman.
Dana pinjaman bergulir khusus diberikan kepada koperasi simpan pinjam dengan suku bunga 8 persen per tahun, dan jangka waktu pelunasan hingga tiga tahun.
Sejauh ini, menurut Petrus, pengembalian dana pinjaman baik pinjaman bergulir maupun pinjaman lunak oleh sejumlah koperasi masih dalam taraf lancar. Angka kredit macet (non performing loan/NPL-red) masih di bawah batas maksimal yang diperbolehkan yakni 15 persen. Meski demikian, Petrus menilai bahwa kesadaran pengurus dalam mengangsur dana pinjaman masih perlu ditingkatkan. “Memang ada sebagian koperasi yang tak melunasi pinjaman. Namun sebagian besar masih lancar hanya masalah keterlambatan pembayaran saja umumnya.”
Dari 161 unit koperasi yang ada, 27 unit di antaranya adalah Koperasi Pegawai Republik Indonesia (KPRI) dan 28 koperasi karyawan. Sisanya koperasi nonfungsional. Jumlah total anggota koperasi mencapai 39.993 orang dan mempekerjakan 764 karyawan.
Sumber: http://www.solopos.co.id/zindex_menu.asp?kodehalaman=h31&id=247041
Diposkan oleh
musyadad
di
17:05
0
komentar
Senin, 2008 November 10
10 LANGKAH MEMBANGUN KOPERASI
10 LANGKAH MEMBANGUN KOPERASI
Langkah Pertama
Buatlah kelompok sedikitnya 10 orang. Bisa tetangga, saudara, teman, dll. Jika ada 20 orang lebih baik.
Langkah Kedua
Rapat dan sepakati aturan-aturan pokoknya. Tentukan iuran yang dirupakan simpanan pokok (Simpo) yang dibayar sekali. Iuran simpanan wajib (Simwa) yang dibayar rutin setiap pertemuan. Dan jangan lupa tentukan pengurus koperasinya, minimal 3 orang yang akan menjadi Ketua, Bendahara dan Sekretaris.
Langkah Ketiga
Tentukan dan sepakati kapan pertemuan rutin dilakukan. Pertemuan bisa per minggu, per bulan, terserah
Langkah Keempat
Buatlah kegiatan rutin itu ada kegiatan lain agar tidak bosan. Misalnya arisan, membicarakan masalah lingkungan sekitar, sehingga sekaligus bisa menjadi forum bersama menyelesaikan masalah
Langkah Kelima
Ajaklah sebanyak mungkin orang, bisa tetangga, saudara, teman, ibu-ibu, bapak-bapak, untuk turut bergabung dalam koperasi
Langkah Keenam
Berkunjunglah ke koperasi lain yang sudah berjalan baik untuk tukar pengalaman
Langkah Ketujuh
Sesekali undanglah koperasi lain untuk bercerita tentang pengalaman berkoperasi mereka
Langkah Kedelapan
Jangan ragu-ragu untuk bertanya kepada orang yang lebih tahu dan berpengalaman tentang perkoperasian
Langkah Kesembilan
Undanglah Dinas Koperasi setempat sebagai nara sumber. Mereka akan senang jika diundang untuk membicarakan koperasi, karena memang tugas dan kewajiban mereka memberi penyuluhan. Jangan lupa, setelah berbicara, mintalah pembinaan untuk kedepan.
Langkah Kesepuluh
Diskusikan dengan semua anggota, apa yang harus dilakukan untuk memperkuat koperasi kita. Semakin banyak orang berpendapat, semakin banyak ide dan gagasan. Sehingga semakin bagus pula perencanaan kedepannya
Diposkan oleh
musyadad
di
21:28
0
komentar
Sabtu, 2008 Oktober 11
raja pete datang

Kemarin banyak anggota yang memanen petai yang ditanam di kebun pinggir rumah. Salah satunya Bu Darodjah, sayang penjualannya lewat tengkulak yang datang dari desa lain dengan sistem tebas di pohon. Masnya itu tengkulak petai alias raja petai. hehhe... raja kok pete...ihhh baukkk
Diposkan oleh
musyadad
di
03:17
0
komentar
Senin, 2008 September 29
ANGGOTA TIDAK BINGUNG MENGHADAPI LEBARAN
Lebaran kurang dua hari lagi. Kebutuhan rumah tangga sudah didepan mata. Namun, seperti biasanya, harga-harga melonjak. Hal inilah yang kemudian dijawab oleh pengurus Koperasi Pucung Maju dengan menyediakan uang anggota yang disimpan berupa tabungan sukarela untuk diambil. Para anggotapun merasa diuntungkan dengan adanya koperasi ini, karena dulu mereka kebingungan jika menjelang hari lebaran seperti sekarang ini. Kebutuhan mereka pasti lebih banyak. Dengan adanya koperasi, mereka yang menabung sedikit demi sedikit dalam setiap pertemuan senin malam, tidak terasa sudha mempunyai tabungan yang banyak. Sehingga, tidak lagi harus menjual barang simpanannya seperti jagung, padi, dll untuk memenuhi kebutuhan lebaran ini.
Menurut salah satu anggota,”saya nabung tidak terasa dalam setiap minggunya, tidak tahunya saya kemarin bisa ambil uang Rp. 600.000. Ya, tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan pokok, saya sudha bisa membelikan baju dan pakaian untuk anak-anak saya.” tutur Darmi.
Darojah selaku Ketua Koperasi juga mengatakan dalam waktu hampir 10 bulan setelah berdirinya Koperasi, keuntungan yang didapat sudah 2 juta.” kemarin pengurus menghitung kasar jumlah pendapatan, ketemu sekitar 2 juta rupiah” Darojah menjelaskan. Menururtnya, jumlah ini seharusnya bisa meningkat jika angggota aktif untuk menyerap uang yang ada di kas. Namun, karena adanya pemahaman dari sebagian anggota yang menganggap bunga terlalu tinggi (1 persen per minggu), uang di kas tidak bisa diserap. ”Maka ada pemikiran untuk menurukan suku bunga menjadi 1 persen per bulan” jelas Ketua Koperasi.
Diposkan oleh
musyadad
di
04:41
0
komentar
Label: Koperasi



