Tidak terasa, koperasi sudah berjalan 3 tahun. Seperti bisanya, menjelang hari raya lebaran, proses rapat anggota akan dilakukan. Dan yang ditunggu-tunggu anggota adalah pembagian SHU, sisa keuntungan koperasi. Dalam pertemuan malam itu, pengurus mencoba membuat mekanisme baru tentang pembagian SHU, dimana dari total bersih pendapatan dialokasikan ke dana cadangan sebesar 30% yang akan digunakan untuk mengembangkan koperasi kedepan. Selain itu juga dialokasikan untuk pengurus yang setiap malam selasa melayani transaksi anggota sebesar 20 %. Sisanya, ini yang dibagikan kepada anggota semua, yakni 50 %nya.
Dalam pertemuan itu, setelah dihitung akhirnya ketemu SHU yang cukup menggembirakan, yakni sebesar 3,5 juta. Menariknya lagi, selama ini warga desa tidak pernah menabung, setelah ada koperasi banyak yang menabung hingga terkumpul 5 juta dalam buku salah satu anggota. Tentu saja hal ini menggembirakan karena, mereka warga desa yang tidak bisa mengakses bank di kota, akhirnya punya media menabung. Selain itu menabung di koperasinya, ada manfaat sosial dimana uang itu bisa diputar dalam pelayanan pinjaman kepada anggota yang membutuhkan.
Keberhasilan koperasi pucung maju dalam mengelola uang memang tidak mulus dan lurus. Banyak halangan dan rintangan karena mereka hidup face to face antar warga. Pernah terjadi misalnya, anggapan kalau koperasi itu sama dengan rentenir yang dalam agama itu haram. Dan yang mengatakan itu adalah tokoh di desa tersebut. Namun, setelah ditelusuri dan kemudian didiskusikan, ada pemahaman baru bahwa koperasi tidak merugikan siapa-siapa justru memberi nilai manfaat bagi anggota. Sehingga, wajib hukumnya jalan terus. Dan mereka juga berpatokan bawa di pesantren juga ada koperasi yang namanya kopontren. Kalau koperasi itu haram, maka kopontren semestinya tidak ada.
Sabtu, 05 September 2009
Setelah Tiga Tahun, Koperasi Perempuan Mulai Memetik Hasilnya
Diposkan oleh
musyadad
di
22:58
0
komentar
Organisasi Rakyat Perempuan Versus Organisasi Laki-Laki Bentukan Negara (PNPM)
Pernah dengar PNPM ya. Tentu saja karena PNPM merupakan program nasional. Dan kebetulan Desa Pucung juga salah satu sasaran program PNPM ini. Nah, menariknya program di desa ini terasa seperti angin lesus saja. Rame dibicarakan, setelah itu meninggalkan kerusakan bencana. Dan saya kira juga terjadi di desa PNPM.
Kasus di Desa Pucung, yang terjadi adalah program dialokasikan untuk membuat jalan antar desa. Rata-rata pelakunya adalah bapak-bapak. Mereka merancang jalan ke dusun Karang Jati adalah yang paling penting, sehingga harus dibuat. Itu kesepakatan para laki-laki desa waktu itu. Akhinya jalan dibuat, dan jadilah. Tetapi, belum genap 1 bulan, jalan sudah mlorot alias rusak. Mereka kemudian merancang lagi perbaikannya. Jembatan pun jadi. Lagi-lagi jembatan hancur diterjang banjir sebelum bisa dipakai penghubung warga desa. Hingga sekarang, masalah ini masih membekas bahwa organisasi yang dibentuk negara sangat-sangat rapuh dan masih dimiliki oleh laki-laki. Keputusan-keputusan penting di desa masih didominiasi oleh laki-laki. Semestinya, organisasi rakyat yang dibentuk oleh rakyat tanpa intervensi negara seperti kelompok perempuan pucung maju dilibatkan. Dan kejadikan ini adalah potret umum masalah pembangunan di desa-desa seantero nusantara.
Diposkan oleh
musyadad
di
22:58
0
komentar
Desa Pucung, Lagi Siap-Siap Jadi Desa Organik
Memang, tidak terasa kita hidup di desa dengan berbagai kekurangan jika dibanding dengan kota yang aksesnya cepat, dan luas. Namun, ternyata dibalik sisi lemah itu ada potensi besar yang bisa digerakkan, yakni sawah. Kalau diperkotaan sawah tidak ada dan mulai hilang, di desa sawah masih luas. Inilah yang kemudian menjadi kekuatan.
Berangkat dari kelompok wanita tani Pucung Maju, mereka mengusulkan adanya sekolah pertanian kepada pemerintah untuk mengembalikan pengetahuan nenek moyang dan leluhur yang sudah hilang, yakni pertanian organik. Akhirnya, di bulan ini disetujui dengan dikirimnya hampir satu ton pupuk organik dari kompos granul, NPK granul dan pupuk cairnya. Pupuk ini sementara diletakan di rumah ibu ketua Darojah, karena juga rumahnya yang cukup besar bisa menampung pupuk.
Rencananya, pupuk ini akan digunakan untuk melakukan sekolah pertanian organik di lahan yang akan disiapkan oleh anggota dengan luas 1 ha. Setelah lebaran nanti, sekolah lapang ini akan dimulai. Dalam tahun pertama targetnya adalah adanya pengalaman nyata dari bermigrasi ke pola pertanian organik, sehingga di tahun kedua, jika muncul masalah tidak para petani tidak kaget. Selain itu, juga akan membuktikan secara langsung bagaimana tantangan dan masalah pertanian organik. Jika tahun pertama itu sukses, hal ini akan menjadi sejarah penting Desa Pucung menjadi desa organik. Seperti pengalaman koperasi dulu, tahun pertama menjadi masa yang sulit, tetapi tahun ketiga sudah memetik hasilnya dengan SHU yang fantastis, 3,5 juta. Semoga. Bagaimana dengan desa panjenengan? Lakukan hal yang sama ya. Biar belajar bareng.
Diposkan oleh
musyadad
di
22:53
0
komentar
Selasa, 01 September 2009
Mudik Lebaran dan Sedekah Buku
Dibawah ini tulisan seorang guru dan juga teman. Sangat menarik untuk kita praktekan. Bagi orang-orang yang berhubungan dan punya sejarah dengan desa Pucung, selamat mudik lebaran. Jangan lupa bawa buku, untuk sekolah kita. Demi masa depan anak-anak dan adik-adik kita
Hari Lebaran adalah magnet yang menggerakkan jutaan manusia untuk pulang mudik, penuh warna suka dan duka. Ritus kembali ke akar itu menyehatkan nurani pelakunya yang mencoba menemukan oasis di daerah asalnya sebagai bekal mengarungi kehidupan di tahun-tahun berikutnya. Jangan lupa, mudiknya mereka juga berdampak ekonomi. Uang dari kota menjadi beredar di desa-desa.
Merujuk fenomena positif itu memantik gagasan : bagaimana kalau mudiknya jutaan kaum mboro itu dirancang mampu menggoreskan sentuhan yang berdimensi intelektual yang berguna, juga awet, bagi warga daerah asalnya ? Ringkas kata : mereka dihimbau membawa buku-buku untuk disumbangkan ke perpustakaan di daerahnya. Baik perpustakaan sekolahnya dulu, atau perpustakaan umum di kotanya.
Gerakan mudik bersedekah buku ini sebaiknya juga berusaha dikobarkan ke dada anak-anak dan cucu kaum mboro itu. Sehingga mereka diharapkan memiliki ikatan batin dengan anak-anak segenerasinya yang tinggal di desa atau kota kecil tempat ayah-ibu atau kakek-neneknya berasal, yang mungkin tidak seberuntung kehidupan yang ia jalani di kota. Sedekah unik ini tidak hanya buku, bisa saja berupa komputer atau laptop, yang terbeli secara patungan.
Untuk sesama warga Epistoholik Indonesia, di mana pun Anda berada, mohon kampanye ini digencarkan sepanjang Ramadhan ini demi makmurnya perpustakaan dan mekarnya olah intelektualitas di kota-kota Anda.
Bambang Haryanto
Pendiri Epistoholik Indonesia
Jl. Kajen Timur 72 Wonogiri 57612
Email : humorliner@yahoo.com
Blog EI : http://episto.blogspot.com
Diposkan oleh
musyadad
di
20:58
0
komentar
Sabtu, 11 Juli 2009
NAMA-NAMA RT, RW DAN DUSUN DI DESA PUCUNG
DATA DESA PUCUNG
DESA PUCUNG TERDIRI DARI 7 DUSUN:
1. DUSUN KRAJAN SATU.
2. DUSUN KRAJAN DUA
3. DUSUN KRAJAN TIGA
4. DUSUN KRAJAN EMPAT
5. DUSUN BUNGKEL
6. DUSUN GUNUNGTENGIS
7. DUSUN KARANGJATI
DUSUN KRAJAN SATU
1. RT 01 NAMA : RIYANTO.
2. RT 02 NAMA : SAPUAN. RW 01. NAMA : SURURI
3. RT 03 NAMA : MUDIONO
4. RT 04 NAMA : SUHADAK
5. RT 05 NAMA : SUMARDI.
6. RT 06 NAMA : MARJONO
DUSUN KRAJAN DUA
1. RT 01 NAMA : AHMAD SAWAN(SAPUAN)
2. RT 02 NAMA : ASNAWI.
3. RT 03 NAMA : KASNO. RW 02. NAMA : ASNGADI.
4. RT 04 NAMA : NAHROWI.
5. RT 05 NAMA : SUMARDI.
6. RT 06 NAMA : SUKARMAN.
DUSUN KRAJAN TIGA
1. RT 01 NAMA : M.TOHIR.
2. RT 02 NAMA : KURMENI.
3. RT 03 NAMA : S.FAUZI. RW 03. NAMA : KURDIONO
4. RT 04 NAMA : TASLIMIN.
5. RT 05 NAMA : KABUL PRAYITNO.
6. RT 06 NAMA : SUPARMO.
DUSUN KRAJAN EMPAT
1. RT 01 NAMA : SUWARNO
2. RT 02 NAMA : LUGITO RW 04 .NAMA : MUH.FAUZAN
3. RT 03 NAMA : AMINUDIN
4. RT 04 NAMA : ZAENI.
DUSUN BUNGKEL
1. RT 01 NAMA : SUWARJI
2. RT 02 NAMA : MUDIONO
3. RT 03 NAMA : SURIPTO RW 05. NAMA :TASLIM.
4. RT 04 NAMA : RUSITO
DUSUN GUNUNGTENGIS.
1. RT 01 NAMA : SODAKOH
2. RT 02 NAMA : AMIRUDIN RW 06. NAMA :H.MASKURI
3. RT 03 NAMA : TARIMAN
DUSUN KARANGJATI
1. RT 01 NAMA : NURUDIN
2. RT 02 NAMA : KASMUDI RW 07. NAMA :MUSTAKIM.
3. RT 03 NAMA :KURMENI
4. RT 04 NAMA : MUHROJI
JUMLAH RT & RW KESELURUHAN
**JUMLAH TOTAL RT : 33 ORANG
**JUMLAH TOTAL RW : 07 ORANG.
Diposkan oleh
musyadad
di
21:25
0
komentar
Rabu, 08 April 2009
Pucung Maju Panen Raya Rosela Akhir April 2009
Akhir bulan ini, anggota Pucung Maju bergembira. Setelah ditunggu-tunggu, akhirnya mulai penen bunga teh merah rosella. Saat ini hampir seluruh penduduk menanam rosela ini. Walaupun harganya masih tidak stabil, namun mereka tetap optimis. Tanaman baru ini dapat mengubah pola pikir warga penduduk yang selama ini tidak bisa keluar dari pertanian konvensional, padi, jagung, kacang dan kedelai. Semoga, panen raya ini juga dapat dirasakan panen rejeki bagi warganya.
Diposkan oleh
musyadad
di
23:29
0
komentar
Surat Dari Mbak Ratna, Caleg DPR RI Hanura
Salam kenal
saya tertarik dengan profil koperasi pucung maju, sebagai tanda adanya inisiatif menggalang keinginan sebagian warga untuk meningkatkan kualitas hidupnya khususnya dalam menghadapi segala keterbatasan di lingkungan tempat tinggal njenengan. Perhatian saya memang untuk keluarga petani agar mereka bisa meningkatkan kualitas hidup keluarganya menjadi petani mandiri, petani pengusaha.
Sayang sekali saya memang belum sempat mampir ke semua tempat walaupun saya sudah menetap di semarang beberapa bulan ini. Sore nanti saya mau sowan ngobrol ketempat bu darojah. Siapa tahu kita bisa bertemu ya.
Ir MA Ratna Ariani MBA
Caleg DPR RI Hanura (1) no urut 3 untuk dapil Jateng I: kota semarang, salatiga, kab semarang, kendal
www.ratnaariani.com
www.ratnaariani.wordpress.com
Diposkan oleh
musyadad
di
23:17
0
komentar
Kamis, 02 April 2009
Kunjungan Balai Pengkajian dan Penerapan Teknologi ke Pucung Maju
1 April 2009, Pucung Maju kedatangan tamu kembali. Kali ini datang dari Balai Pengkajian dan Penerapan Teknologi Malang Jawa Timur dan Ungaran Jawa Tengah. 4 tamu yang datang itu secara khusus membicarakan tanaman rosela sebagai komoditi pertanian baru yang sudah dikembangkan lebih dari setahun. Dalam kesempatan itu, tamu dari BPPT menyempatkan diri berkunjung ke kebun-kebun anggota dan mengambil beberapa sample. Mereka juga mendokumentasikan dengan menggunakan foto digital.
Walaupun belum ada bentuk kerjasama yang konkrit, namun kunjungan ini cukup menggembirakan. Karena selama ini, Pucung Maju adalah kelompok tani dan sekaligus koperasi rakyat di desa terpencil. Sebelum munculnya kelompok Pucung Maju, desa ini tidak pernah dikunjungi oleh tamu-tamu dari luar daerah. Namun, setelah sekian lama eskis, sudah banyak kunjungan baik dari pemerintah, mahasiswa UNDIP Semarang, maupun dari para bebisnis yang tertarik dengan berbagai macam komoditi yang sekarang dikembangkan. Semoga, kedepan Pucung Maju bisa meningkatkan kesejahteraan warga desa ini. Dan yang paling penting, pengalaman Pucung Maju ini bisa menjadi inspirasi warga desa lain. Bahwa, desa terbelakang dan terpencilpun bisa membawa perubahan dan kontribusi terhadap pembangunan masyarakatnya.
Diposkan oleh
musyadad
di
00:31
1 komentar
Kamis, 12 Februari 2009
PUCUNG MAJU DIKUNJUNGI TURIS
Setelah setahun lebih, keberadaan Pucung Maju mulai dilirik banyak orang. Tidak hanya dikunjungi oleh tetangga-tetangga desa, mereka juga dikunjungi oleh turis manca negara. Malaysia, Qatar, Australia, Singapura, Norwagia, Hong Kong, Inggris, Pantai Gading, Korea, Nigeria, German, Perancis, United Arab Emirates, Albania, Belgia, Taiwan, dan China. Bahkan Pakistan yang sempat diincar oleh Amerika, mereka justru sama-sama berkunjung ke Pucung Maju.
Kalau kunjungan dari dalam negeri, hampir seluruh kota di nusantara pernah mampir ke Pucung Maju. Total sampai dengan satu hari menjelang hari valentine 2009 ini ada 2486 pengunjung. Mereka tidak sekedar berkunjung, mereka juga meninggalkan pesan dan jejak tulisan dalam kotak pesan. Beragam komentar, pertanyaan, dan juga kritikan tertulis disana. Terima kasih atas kunjungannya.
Blog Pucung Maju ini memang didekasikan untuk mengkampanyekan Desa Pucung yang terselempit di lipatan peta dunia, sehingga dengan blog diharapkan dunia lebih mengenal lagi desa Pucung, dan harapan praktisnya kesejahteraan warga desa semakin baik.
Pucung Maju pernah ditulis oleh ICRP dalam majalahnya Majemuk. ICRP adalah lembaga sosial yang digawangi oleh Musdah Mulia, tokoh pejuang hak-hak- perempuan. Dan kita sudah dikirimi majalahnya. Terimakasih ICRP. Kemudian, Langit Perempuan, juga pernah mengkopi berita-berita kita yang diedit ulang menjadi tulisan yang sangat menarik. Terima kasih Langit Perempuan. Tidak ketinggalan adalah PUNDEN, lembaga sosial yang peduli pada kelompok pedesaan. Merekalah yang pertama kalinya memuat dan mendorong kita untuk menjadi kelompok yang maju seperti sekarang ini.
Tidak ketinggalan, Humas Kabupaten Semarang, yang kenal pertama kali melalui email dan meminta berita yang kami buat untuk dipajang di situs resminya Kabupaten Semarang.
Semoga semakin maju. Dan terimakasih atas kunjungan para tamu sekalian.
Diposkan oleh
musyadad
di
19:38
1 komentar
Sabtu, 17 Januari 2009
Jamal Mirdad, Riky Johanes, Alvin Lie dan Siswono datang Ke Desa Pucung.
Dalam sebuah acara di televisi, Alvin Lie dan Siswono, politikus dari Golkar dan PAN berdebat saling berargumen. Bahwa penting kiranya untuk membuat Desa Pucung sebagai desa percontohan tahun 2009 ini. Karena selain desa ini terpencil dan tidak pernah diperhatikan, masyarakatnya maju tanpa ada yang berpendidikan tinggi. Adanya koperasi perempuan yang tidak dibuat oleh pemerintah, menandakan mereka rakyat desa yang sadar betul arti kemandirian. Kunjungan Alvin Lie dan Siswono , mantan Ketua HKTI, ini akan dibarengi oleh Jalal Mirdad dan juga Riky Johanes untuk menghibur warga desa.
----hehehehe berita ini booongan aja...sekedar mengingatkan para calon legislatif bahwa ada Desa Pucung dalam peta Indonesia ini. Jamal Mirdad, Riky Johanes, Alvin Lie, dan Siswono adalah sedikit dari sekian nama yang memperebutkan suaranya di Desa Pucung, yang massuk dalam Dapil I Jawa Tengah yang meliputi: Kabupaten Kendal (20 Kecamatan), Kota Salatiga (4 Kecamatan), Kota Semarang (16 Kecamatan) dan Kabupaten Semarang (19 kecamatan). Untuk daftar caleg di Dapil ini, selengkapnya silahkan kunjungi: http://www.caleg-pemilu2009.info/
Diposkan oleh
musyadad
di
06:32
1 komentar
Jumat, 09 Januari 2009
5 Anggota Pucung Maju Berharap Pada Rumput Gajah
Setelah sekian lama resah tentang proyek PLA dari DEPTAN, akhirnya 5 dari anggota Kelompok Wanita Tani Pucung Maju mengundang pelaksana proyek pembukaan lahan kritis di Mbang Sewu, kawasan gundul di sebelah barat desa. Dalam pertemuan yang dilakukan di rumah M Rudjianto tersebut, dihadiri 7 orang termasuk Rofik yang menjadi pelaksana proyek.
Pertemuan tersebut sengaja dirancang untuk mencari duduk perkara dari persoalan tersebut. Menurut Rofik, proyek itu adalah proyek yang didapat dari PLA DEPTAN berupa pembukaan lahan yang dianggap kritis dengan menanami rumput gajah yang kelak bisa dimanfaatkan oleh pemilik lahan itu sendiri. Namun, secara pribadi dia meminta maaf karena tidak membicarakan sejak awal dengan kelompok tani dengan alasan waktunya yang mepet. Hal ini tentu saja mengecewakan warga, karena Rofik sendiri tidak memiliki lahan di kawasan Mbang Sewu tersebut. Menurut warga, tindakan Rofik ini tidak patut dicontoh karena dia sebagai aparat pemerintah desa justru "bermain" sendiri untuk mencari keuntungan pribadi.
Dalam pertemuan tersebut, akhirnya disepakati untuk selalu melibatkan warga luas jika ada proyek/kegiatan ataupun persoalan lain yang berhubungan dengan warga desa umumnya.
Semoga, pertemuan itu menjadi pelajaran berharga, bahwa orang desa juga tahu tentang demokrasi, keadilan sosial, dan cara-cara memperjuangkannya. Jangan remehkan orang desa. Mungkin ini dulu khabar dari Pucung Maju.
NB: pembukaan lahan yang sekarang ditanami rumput gajah itu, diharapkan tahun depan benar-benar bisa memberi manfaat dengan peternakan sapi. Selain itu sebagian warga sudah menanami pohon sengon dan jati di sela-selanya.
Diposkan oleh
musyadad
di
16:41
0
komentar
Selasa, 06 Januari 2009
SARJANA MEMBANGUN DESA 2009
INFORMASI DIDAPAT DARI DINAS PETERNAKAN JAWA BARAT, SAYANG YANG JAWA TENGAH BELUM ADA. BERITA INI UNTUK MEMPERLUAS SAJA. BAGI SARJANA PETERNAKAN SEMOGA ADA YANG MEMBUTUHKAN DAN MEMANFAATKAN. KELOMPOK WANITA TANI PUCUNG MAJU SIAP MENJADI KELOMPOK SASARANNYA.
Untuk mengejar program P2SDS 2010 Departemen Pertanian Ditjen Peternakan melakukan kegiatan Sarjana Membangun Desa (SMD). Adapun persiapan Program tersebut di tahun 2009 direncanakan memerlukan 600 Sarjana Membangun Desa di seluruh Provinsi di Indonesia.
Sarjana Membangun Desa adalah Seorang sarjana yang mendampingi kelompok peternak di desa dan sarjana bertindak sebagai anggota serta membantu ketua kelompok dalam menjalankan kegiatan beternak. Tugas sarjana ini antara lain untuk memajukan peternak dan kelompok dalam menghadapi berbagai kendala guna membangun kelompok Agribisnis Peternakan yang lebih maju dan berwawasan lebih luas yang diharapkan pada akhirnya dapat mengakses permodalan dari sumber dana perbankan dalam mengembangkan kelompok Peternak tersebut.
Kegiatan SMD tahun 2009 meliputi beberapa komoditi ternak serta jumlah SMD yang dibutuhkan sebagai berikut :
1. Komoditi Kelompok Ternak Sapi Potong sebanyak 220 SMD.
2. Komoditi Kelompok Ternak Sapi Perah sebanyak 15 SMD.
3. Komoditi Kelompok Ternak Unggas Lokal sebanyak 120 SMD.
4. Komoditi Kelompok Ternak Domba-Kambing sebanyak 230 SMD.
5. Komoditi Kelompok Ternak Kelinci sebanyak 15 SMD.
Persyaratan Umum untuk menjadi Sarjana Membangun Desa tahun 2009 tersebut meliputi :
1. Sarjana Peternakan yang mau membuat kontrak 3 – 5 tahun untuk mendampingi kelompok di lapangan dengan syarat berdomisili disekitar kelompok binaan di desa tersebut.
2. Sarjana Peternakan/Sarjana yang bergerak dan sudah berusaha dan berbudidaya di bidang Peternakan di kelompok pada Pedesaan yang potensial untuk dikembangkan.
3. Seorang SMD yang mempunyai Jiwa Enterpreneurship dan Leadeship
4. Diutamakan berasal dari desa/daerah kelompok tersebut berdomisili
5. Diutamakan sudah memiliki kelompok binaan
6. Bersedia mengikuti pelatihan
7. Bersedia tinggal di desa kelompok binaan berada
8. Menyukai tantangan dan memiliki motivasi tinggi sebagai peternak
9. Memiliki pengalaman berorganisasi
10. Diutamakan berpengalamam sebagai pendamping peternak,
mempunyai pengalaman penelitian/Pratek Kerja Lapang atau usaha dalam bidang peternakan.
Syarat Sarjana Pendamping untuk menjadi Sarjana Membangun Desa tahun 2009 tersebut meliputi :
1. Sarjana menyampaikan lamaran (surat lamaran, pas foto, biodata, ijazah dan transkrip) ditujukan kepada Dekan Fakultas Peternakan perguruan tinggi setempat..
2. Membuat Rencana Pengembangan Usaha Ternak untuk salah satu komoditi yang diminati (Sapi Potong, Sapi Perah, Domba-Kambing, Unggas lokal & Kelinci).
3. Bersedia melakukan kontrak selama 3 – 5 tahun.
Hak Sarjana Pendamping Sarjana Membangun Desa tahun 2009 tersebut meliputi :
1. Mendapatkan Honor perbulan selama 1 tahun
2. Akan mendapatkan ternak
3. Akan menjadi anggota kelompok
Waktu pendaftaran :
Penyerahan Surat Lamaran paling lambat tgl. Maret 2009
Tahapan Rekruitmen :
1. Tahap I, Seleksi Dokumen (melalui Perguruan Tinggi)
2. Pengumuman Hasil Seleksi Tahap I
3. Tahap II, Seleksi Tertulis (Team Perguruan Tinggi, Ditjen
Peternakan dan Dinas Peternakan Provinsi).
4. Pengumuman Hasil Seleksi Tahap II
5. Tahap III, Seleksi Wawancara (Team Perguruan Tinggi, Ditjen
Peternakan dan Dinas Peternakan Provinsi).
6. Pengumuman Hasil Seleksi Tahap III.
7. Tahap IV, Seleksi Penijauan Lokasi Kelompok Binaan Calon Sarjana Membangun Desa yang diusulkan.
8. Pengumuman Hasil Seleksi Tahap IV
9. Pembekalan Sarjana Membangun Desa (Workshop & Pelatihan).
Penyerahan Lamaran melalui :
PERGURUAN TINGGI SETEMPAT (Untuk Jawa Barat Fakultas Peternakan UNPAD & IPB)
Diposkan oleh
musyadad
di
06:46
1 komentar
Selasa, 02 Desember 2008
PROYEK MASUK DESA : BAHAYA BARU
Di desa kami Pucung, Kecamatan Bancak, Kabupaten Semarang, ada persoalan yang miris. Ada lahan 40 ha yang itu merupakan lahan kepemilikan dari puluhan orang. Namun, lahan itu tanah kering dan tandus, sehingga oleh pemerintah dijadikan lahan konservasi dengan penanaman jati sejak tahun 2005 yang nantinya akan dipanen warganya. Namun, saat ini justru menjadi proyek yang konon didanai oleh PLA DEPTAN. dengan menggunakan partner lokal (warga desa sendiri). Mereka akan membangun proyek penanaman rumput gajah, untuk dijadikan sebagai pakan ternak.
Yang jadi persoalan, lahan tersebut tidak disewa dan pemilik lahan tidak diberi kompensasi. Partner lokal ini hanya mengatakan bahwa mau menanam rumput gajah dengan iming-iming lahannya mau dibajak dan dipupuk, dan masyarakat boleh menanam apa saja. Tetapi partner lokal ini tidak menjelaskan kalo lahan ternyata "digalengi" dengan rapat, sehingga pemilik lahan sudah tidak mungkin lagi bisa menamam, karena pasti akan kalah dengan rumput gajah. Hal ini meresahkan warga tentunya.
Sayangnya, aparat desanya juga cuek saja. Proyek ini konon menelan anggaran 400juta. Dan dapat dipastikan pemilik lahannya tidak akan mendapat apa-apa kelak. Tetapi ini belum menjadi kesadaran warga desa, karena mereka justru dibuai dengan dijadikan tenaga kerja. Mohon Dinas terkait memonitor kasus-kasus seperti ini, agar investor yang masuk ke pelosok seperti desa kami tidak senaknya saja membuat proyek yang merugikan masyarakat.
Diposkan oleh
musyadad
di
17:11
0
komentar
Jumat, 21 November 2008
PUCUNG MAJU: USAHA PEREMPUAN MEMBANGUN DESA
Desa Pucung adalah sebuah desa yang terpencil di Jawa Tengah. Lokasinya berbatasan langsung dengan tiga kecamatan yang berbeda, Kecamatan Bancak, Kecamatan Suruh, dan Kecamatan Pabelan. Namun, secara ekonomi desa Pucung ini justru bergantung kepada Kodya Salatiga, bukan ibukota kabupatennya yakni Ungaran.
Terpencilnya desa ini membuat perkembangan desa tidak seperti desa-desa lain. Selain karena jalannya buruk, aspalnya sudah rusak total, lokasinya juga jauh dari fasilitas publik seperti pasar, rumah sakit, dan sekolah-sekolah. Geografi desa yang pegunungan membuat pertanian hanya mengandalkan pengairan dari tadah hujan. “Pucung itu desa yang terpencil, warganya petani semua” tutur Darodjah yang seorang Kepala Taman Kanak-Kanak. Namun, demikian situasi ini tidak menyurutkan usaha warga untuk terus membangun desanya. Dari keterbatasan tersebut, justru membuat warga desanya menjadi warga yang pekerja keras.
Hal ini ditunjukan oleh sejumlah ibu-ibu pedesaan itu. Mereka sudah membuat sebuah koperasi yang bernama Koperasi Perempuan Pucung Maju yang sudah berjalan hampir setahun ini. “Awalnya koperasi ini disosialisasikan di pengajian rutin ibu-ibu Muslimat. Kemudian setelah pengajian, saya coba koordinasikan dengan ibu-ibu lain tentang rencana pendirian koperasi itu. Akhirnya ada 22 orang sepakat mendirikan koperasi Pucung Maju”, jelas Darodjah. Saat ini mereka berjumlah 35 orang yang secara rutin bertransaksi setiap hari senin malam di rumah ketuanya, Darodjah. Dalam rapat anggota tahun kedua yang dibarengi dengan pembagian sisa hasil usaha, koperasi ini telah mampu menghasilkan keuntungan bersih sebesar 2,5 juta yang dibagikan kepada semua anggota sesuai dengan besar kecilnya transaksi para anggota masing-masing.
Selain itu, untuk menjawab persoalan pertanian khususnya pupuk, mereka juga mengorganisasikan diri dalam Kelompok Wanita Tani Pucung Maju. Semua anggota koperasi menjadi anggota kelompok tani ini, tetapi diluar koperasi juga bisa menjadi anggota. Sehingga sekarang total anggotanya sebanyak 80an orang. Usaha mereka tidak sia-sia, yang sebelumnya tidak pernah mendapat pembagian pupuk bersubsidi, bulan oktober lalu mereka mendapat jatah pupuk bersubsidi sebanyak 2 ton. Walaupun jumlah pupuk 2 ton ini belum mencukupi kebutuhan para anggotanya, mereka telah memberi manfaat kepada anggota yang semuanya berprofesi sebagai petani yang selama ini tidak bisa mendapatkan pupuk bersubsidi. Pertemuan kelompok wanita tani ini dilakukan sebulan sekali dengan mengundang nara sumber dari luar seperti Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) untuk memberikan materi tentang persoalan-persoalan pertanian.
Keberadaan ibu-ibu pedesaan ini memang baru memberi kontribusi kepada anggota dan sekelilingnya saja. Namun, jika diperbandingkan dengan dulu sebelum adanya Koperasi Perempuan dan Kelompok Wanita Tani Pucung Maju, rasanya sangat berbeda. Kalau dulu, warga desa kesusahan untuk mendapat uang secara cepat, saat ini mereka sudah punya modal lebih dari 6 juta di koperasinya yang diputar dalam simpan pinjam untuk anggota. Sehingga, kebutuhan mereka akan uang untuk modal maupun untuk kebutuhan mendadak, tidak lagi menjadi masalah yang dulu sering mereka hadapi.
Selain itu, keberadaan kelompok tani juga menjadi angin segar bagi anggota untuk terus bisa mendapat pupuk bersubsidi dan pembinaan pertanian oleh pemerintah kecamatan. Dengan adanya kelompok tani ini, kader-kadernya diundang untuk berkunjung ke Temanggung belajar tentang pertanian ramah lingkungan.
Kerukunan antar tetanggapun sekarang semakin erat saja. Karena, dalam setiap pertemuan koperasi maupun kelompok tani, mereka sering membicarakan perkembangan persoalan anggota maupun desa. Misalnya, adanya tetangga yang sakit lumpuh yang bernama Zamzuri, akhirnya dikabarkan ke berbagai pihak untuk mendapat perhatian dari pemerintah dan organisasi sosial. Akhirnya bulan November kemarin tim dari Dewan Kesehatan Rakyat turun dan membawakan mobil angkutan untuk diberi pelayanan Jamkesmas (Jaminan Kesehatan Masyarakat). Namun, sayangnya pihak yang sakit belum siap karena khawatir tidak bisa memenuhi kebutuhan harian jika menunggui pasien di rumah sakit kelak. Usaha ibu-ibu ini semakin menguatkan bahwa persoalan apapun kalau dibicarakan secara bersama dalam sebuah organisasi semakin ringan untuk diselesaikan. Semoga perjuangan ini tidak sia-sia. Semoga Desa Pucung yang berada di Kecamatan Bancak dan Kabupaten Semarang Jawa tengah ini benar-benar sesuai namanya, Pucung Maju.
Diposkan oleh
musyadad
di
15:34
0
komentar



